Tingkatkan PAD Daerah: Pansus Dorong Pemda untuk Strategi yang Lebih Agresif

ANAMBAS – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas baru-baru ini mengungkapkan sejumlah rekomendasi strategis terkait kinerja pemerintahan untuk tahun anggaran 2025. Salah satu isu paling mendesak yang diangkat adalah stagnasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tetap berada pada kisaran Rp 30 miliar per tahun. Situasi ini menunjukkan perlunya tindakan konkret untuk mengoptimalkan potensi daerah demi meningkatkan sumber pendapatan.
Rekomendasi Strategis untuk Meningkatkan PAD Daerah
Ketua Pansus, Ayub, menegaskan bahwa rekomendasi yang disusun tidak sembarangan. Proses penyusunannya melibatkan kajian mendalam, termasuk konsultasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri serta studi banding ke DPRD Kota Batam. Langkah ini diambil untuk memastikan solusi yang diusulkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga dapat diimplementasikan dengan efektif.
Menurut Ayub, rendahnya PAD di daerah ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya minat dari para investor. Hal ini bukan disebabkan oleh minimnya potensi yang ada, melainkan lebih kepada kompleksitas proses birokrasi perizinan yang terpusat di Jakarta, yang sering kali menyulitkan para calon investor.
Hambatan dalam Proses Perizinan
“Masalah utama yang menghambat masuknya investasi adalah proses perizinan yang rumit dan seringkali tumpang tindih antara berbagai kementerian. Akibatnya, banyak investor yang enggan untuk berinvestasi di sini karena proses yang panjang dan melelahkan,” jelas Ayub saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Sebagai contoh, sektor pariwisata dan kelautan yang sejatinya sangat potensial, kerap terhambat oleh berbagai izin, seperti PKKPRL dan izin lingkungan yang sulit didapat. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperlambat pertumbuhan PAD di daerah ini.
Strategi “Jemput Bola” untuk Menarik Investor
Menyikapi kondisi ini, Pansus mendorong Pemerintah Daerah untuk lebih proaktif dalam mencari investor. Alih-alih menunggu kedatangan mereka, pemerintah diharapkan melakukan pendekatan “jemput bola”. Ini berarti aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak di pusat untuk mempercepat dan mempermudah proses regulasi yang ada.
“Kendala sebenarnya bukan terletak di daerah, tetapi lebih kepada pusat. Oleh karena itu, kami mendorong Pemda untuk lebih agresif dalam merayu pihak pusat agar proses izin dapat dipermudah, sehingga investor mau berinvestasi di daerah kita,” tegasnya.
Perhatian pada Sektor Kesehatan dan Pendidikan
Tidak hanya fokus pada ekonomi dan investasi, Pansus juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap sektor pelayanan dasar. Masih terdapat kekurangan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), yang mengakibatkan pelayanan kesehatan belum optimal. Hal ini membuat banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Selain itu, kualitas pendidikan juga menjadi perhatian utama. Peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi mendatang dapat memiliki kompetensi yang lebih baik dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pentingnya Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan sinergi yang baik dengan masyarakat dan sektor swasta. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta iklim investasi yang lebih kondusif dan mampu menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
- Implementasi sistem perizinan yang lebih transparan dan efisien.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kesehatan dan pendidikan.
- Pembentukan forum komunikasi antara pemerintah daerah dan investor.
- Pengembangan program promosi daerah untuk menarik wisatawan dan investor.
- Kerjasama dengan lembaga terkait untuk mempercepat proses perizinan.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen dari semua pihak, diharapkan PAD daerah dapat meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya berimplikasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Setiap elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, investor, hingga masyarakat umum, memiliki peran penting dalam mencapai tujuan ini.
Langkah proaktif dan strategi yang agresif dari Pemerintah Daerah sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada. Dengan demikian, diharapkan ke depan, PAD daerah akan mengalami peningkatan yang signifikan, memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Memanfaatkan Sastra Digital untuk Generasi Muda di Era Modern
➡️ Baca Juga: Isu Lingkungan: Aktivis Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan
