Gubernur Bobby Lepas Satu Ton Cabai Merah ke Palangkaraya untuk Stabilkan Harga dan Dukung Petani

Pada Rabu, 22 April 2026, di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Gubernur Bobby menyerahkan satu ton cabai merah yang ditujukan untuk Palangkaraya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan harga serta mendukung para petani di daerah tersebut.
Menjaga Keseimbangan Pasokan Cabai Merah
Bobby menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keseimbangan pasokan cabai merah, tetapi juga untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga di tingkat petani dan konsumen. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memastikan ketersediaan cabai merah, meningkatkan pendapatan petani, serta memperluas akses pasar bagi produk mereka.
“Jadikan program ini sebagai salah satu prioritas unggulan. Jika banyak kabupaten dan kota yang melakukan kerja sama, maka berikan prioritas kepada daerah yang telah berkomitmen terhadap program ini,” tegasnya.
Target Pelaksanaan KAD di 12 Kabupaten/Kota
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan untuk melaksanakan kerjasama antar daerah (KAD) ini di 12 kabupaten/kota sepanjang tahun ini. Gubernur Bobby optimis bahwa program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan sekaligus menjaga stabilitas harga cabai merah di tingkat konsumen.
“Ini adalah terobosan yang luar biasa. Kami berupaya sepenuhnya untuk kesejahteraan para petani cabai di Karo,” tambahnya.
Ketersediaan Cabai Merah yang Memadai
Bobby menjamin bahwa kerjasama ini tidak akan mengurangi pasokan cabai merah di Sumatera Utara. Ia menyatakan bahwa ketersediaan cabai merah masih cukup memadai, terutama setelah melewati periode hari besar keagamaan.
Sementara itu, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, mengungkapkan bahwa kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Palangkaraya baru terjalin pada tahun ini. Pengiriman cabai merah ini merupakan tahap ketiga dengan total 1.050 ton cabai yang didistribusikan dalam tiga tahap.
Dampak Positif bagi Petani
“KAD ini sangat membantu para petani di Karo. Sebelumnya, harga cabai merah di tingkat petani sempat anjlok hingga Rp9.000 per kilogram. Namun, setelah adanya KAD, harga cabai mulai meningkat dan kini berada di angka Rp25.000 per kilogram,” papar Komando.
Sentra Produksi Cabai Merah di Kabupaten Karo
Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai merah di Sumatera Utara dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 4.000 hektar. Selain dipasok ke Palangkaraya, cabai merah dari daerah ini juga didistribusikan ke Sumatera Barat dan Riau.
Sinergi Antardaerah dalam Menjaga Stabilitas Harga
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Terpuk Sisiwa, Pedoman Ginting, mengungkapkan bahwa kolaborasi antardaerah merupakan solusi yang efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga cabai merah. Kini, dampak positif dari program ini sudah mulai dirasakan oleh para petani.
- Setelah pelaksanaan KAD, harga cabai merah di pasaran mulai menunjukkan tren kenaikan.
- Harga yang semula Rp9.000 per kilogram kini naik menjadi Rp18.000 per kilogram.
- Terakhir, harga cabai merah mencapai Rp25.000 per kilogram.
- Kesepakatan harga antara KAD dan Palangkaraya adalah Rp21.000 per kilogram.
- Harga pokok produksi di Karo berada pada angka Rp18.000 per kilogram, yang masih memberikan keuntungan.
Kehadiran Pejabat Penting dalam Pelepasan Cabai Merah
Pada acara pelepasan tersebut, turut hadir beberapa pejabat penting, termasuk Kepala Bank Indonesia Sumut, Dedi Jaminsyah Putra Harahap selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Sumut, serta Kabiro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program KAD dan upaya pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani cabai merah.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan para petani cabai merah di Karo dapat merasakan dampak positif dari stabilitas harga dan meningkatnya akses pasar. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan serta mengurangi kesenjangan antara harga di tingkat petani dan konsumen.
Kesimpulan
Inisiatif Gubernur Bobby dalam melepas satu ton cabai merah ke Palangkaraya bukan hanya langkah untuk menstabilkan harga, tetapi juga merupakan dukungan nyata bagi petani. Dengan program KAD, diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan pasokan cabai merah dapat terjaga dengan baik, memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok ini.
➡️ Baca Juga: Tiket Konser Internasional di GBK Ludes dalam Satu Jam
➡️ Baca Juga: BPJS Kesehatan Tambah Layanan Rawat Inap Gratis

