Sterilisasi Gereja Jelang Jumat Agung oleh Polresta Malang Kota Dapat Apresiasi dari Umat Nasrani

Menjelang perayaan Jumat Agung, yang diperingati sebagai momen penting dalam agama Kristen, Polresta Malang Kota telah mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat beribadah. Dalam rangka menyambut peringatan Wafat Yesus Kristus hingga Kebangkitan-Nya, pihak kepolisian mengintensifkan program sterilisasi di beberapa gereja besar di wilayah hukumnya.
Proses Sterilisasi Gereja
Sterilisasi ini dilakukan di sejumlah gereja yang memiliki jumlah jemaat besar, termasuk Gereja Katolik Paroki Santo Albertus de Trapani, Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) Malang, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Kayutangan, serta Gereja Katedral Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Keempat lokasi ini dipilih untuk memastikan bahwa kegiatan ibadah berjalan dengan aman dan nyaman.
Tim Sterilisasi dan Metodologi
Dalam pelaksanaan sterilisasi, personel Satsamapta bersama Unit K-9 melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh area gereja. Proses ini mencakup ruang ibadah, altar, hingga area parkir, dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap sudut gereja telah diperiksa dengan cermat.
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, menyatakan bahwa kegiatan sterilisasi pada hari besar keagamaan merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dia menekankan pentingnya menjamin keselamatan umat dalam melaksanakan ibadah mereka.
Peralatan yang Digunakan dalam Sterilisasi
Dalam proses sterilisasi, petugas menggunakan berbagai peralatan canggih, antara lain:
- Metal detector untuk mendeteksi objek logam berbahaya.
- Mirror inspection (cermin teleskopik) untuk menjangkau area yang sulit terlihat.
- Alat pendeteksi bahan peledak untuk memastikan tidak ada ancaman yang membahayakan.
- Anjing pelacak K-9 yang terlatih untuk membantu dalam identifikasi potensi bahaya.
Pola sterilisasi yang diterapkan melibatkan metode melingkar dan berjalan sejajar untuk memastikan tidak ada titik yang terlewatkan. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa tidak ada bahan kimia atau bahan peledak yang ditemukan, sehingga menambah rasa aman bagi jemaat.
Pengamanan Tambahan di Setiap Kelurahan
Selain sterilisasi, Polresta Malang Kota juga menugaskan Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan untuk melakukan pengamanan langsung di gereja. Tindakan ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan membangun hubungan humanis dengan jemaat. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat menambah rasa aman dan nyaman saat beribadah.
Persiapan dan Penugasan Personel
Dalam rangka mengamankan seluruh rangkaian ibadah selama periode long weekend yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 April 2026, Polresta Malang Kota menyiagakan sekitar 500 personel. Penugasan ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat selama perayaan Tri Hari Suci hingga Paskah.
Apresiasi dari Umat Nasrani
Pastor Vikar Paroki Katedral Ijen, Romo Alfonsus Zeino Kurniawan, mewakili umat Nasrani, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polresta Malang Kota atas upaya sterilisasi yang telah dilakukan. “Kami mengucapkan terima kasih atas pengecekan dan sterilisasi yang dilakukan di gereja-gereja besar,” ungkapnya.
Romo Alfonsus menambahkan, “Dukungan ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi kami dalam beribadah, khususnya memasuki Tri Hari Suci hingga Paskah. Semoga seluruh rangkaian dapat berjalan lancar.”
Sinergi dan Soliditas Lintas Fungsi
Dengan adanya sinergi dan soliditas antar instansi, Polresta Malang Kota berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat selama periode long weekend berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif bagi umat Kristiani dalam merayakan momen suci mereka.
Dalam situasi yang sering kali penuh tantangan, langkah-langkah yang diambil oleh Polresta Malang Kota menunjukkan dedikasi mereka terhadap keamanan publik. Dengan demikian, umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah mereka dengan tenang dan khusyuk, tanpa ada kekhawatiran akan gangguan atau ancaman yang membahayakan.
➡️ Baca Juga: Cara Membuat Pizza Teflon yang Matang Merata dan Keju Meleleh Sempurna
➡️ Baca Juga: Tiket Konser Internasional di Jakarta Ludes dalam Sehari




