Louis Vuitton di Bangkok: Sebuah Tinjauan Sejarah Motif Monogram di ‘Hotel’ Mewah

Sebagaimana sebuah karya seni, kisah di balik setiap motif dan desain tas Louis Vuitton menceritakan sebuah perjalanan sejarah yang panjang dan memukau. Salah satu motif yang paling ikonik dan memiliki sejarah yang kaya adalah motif monogram Louis Vuitton. Dalam rangka perayaan 130 tahun motif ini, Louis Vuitton mengadakan sebuah pameran imersif yang mengambil bentuk pop-up hotel, berlokasi di distrik Yaowarat, Bangkok. Bagi penggemar Louis Vuitton, khususnya motif monogram, ini adalah sebuah kesempatan yang langka untuk menggali lebih dalam sejarah dan kisah di balik motif ini.
Perjalanan Sejarah Motif Monogram Louis Vuitton
Motif monogram Louis Vuitton pertama kali diciptakan oleh Georges Vuitton pada tahun 1896. Motif ini segera menjadi ikon yang dikenali secara global dan menjadi simbol mewah dan eksklusifitas yang melekat pada merek Louis Vuitton. Dalam rangka memperingati 130 tahun motif ikonik ini, Louis Vuitton menggelar pameran imersif yang berbentuk pop-up hotel di distrik Yaowarat, Bangkok.
Pop-up hotel ini juga digelar di tiga kota lainnya, yaitu Seoul, New York, dan Shanghai, menunjukkan betapa pentingnya peringatan ini bagi Louis Vuitton. Dengan judul ‘Pop-up Louis Vuitton 130 Monogram Anniversary Hotel’, pameran ini bisa dikunjungi dari 11 Februari hingga 15 Maret 2026. Untuk mengunjungi, pengunjung perlu melakukan reservasi kunjungan secara online.
Tempat pameran ini diselenggarakan di Baan Trok Tua Ngork, sebuah bangunan bersejarah yang berusia lebih dari satu abad. Bangunan ini telah diubah menjadi hotel yang menyediakan pengalaman imersif menjelajahi sejarah panjang motif monogram Louis Vuitton.
Pop-Up Hotel Louis Vuitton: Pengalaman Ikonik yang Memukau
Walaupun hotel ini tidak memiliki kamar untuk dipesan, pengunjung dapat menjelajahi lima ruangan utama yang masing-masingnya didesain berdasarkan lima tas monogram paling terkenal dari Louis Vuitton.
Lobby Hotel: Keepall
Setelah memasuki pop-up hotel ini, pengunjung akan langsung menuju ruang lobby hotel yang diberi nama “Keepall”. Nama ini diambil dari tas jinjing LV yang dirilis pada tahun 1930, yang juga menandai babak baru dalam dunia travel bag yang bisa dilipat.
Speedy P9
Di samping lobby Keepall, terdapat ruang “Speedy P9”. Ruangan ini terinspirasi dari Speedy klasik karya Direktur Louis Vuitton Men, Pharrel Williams, yang pertama kali ditampilkan ke publik di Paris pada tahun 2024. Tas Speedy menjadi terkenal setelah digunakan oleh selebriti seperti Rihanna, J-Hope BTS, Lionel Messi, dan LeBron James.
Neverfull Gym
Di lantai tiga gedung ini, pengunjung akan menemukan “Neverfull Gym”. Ruangan ini terinspirasi dari tas tote Neverfull yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 dan menjadi favorit di kalangan pecinta tas ringkas dengan kapasitas besar.
Noe Bar
Ada juga “Noe Bar”, ruangan imersif yang terinspirasi dari tas Noe. Tas Noe ini diproduksi pada tahun 1932 atas permintaan bos Sampanye dan dirancang untuk dapat membawa lima botol sampanye.
Teras Alma
Di lantai paling atas, terdapat “Teras Alma”, yang terinspirasi dari pegangan atas yang berbentuk kubah Place de L’Alma di Paris. Ruangan ini menampilkan teras dengan latar belakang layar buatan yang menampilkan pemandangan kota Paris.
Di lantai yang sama, pengunjung juga dapat menelusuri kembali sejarah tas Speedy 1930 melalui instalasi telepon vintage yang menarik. Tas ini diklaim sebagai tas LV yang paling terkenal.
Pop-up hotel ini bukan hanya sebuah pameran, melainkan sebuah perjalanan melalui sejarah dan evolusi motif monogram Louis Vuitton. Setiap ruangan menghadirkan cerita dan aspek unik dari motif ini, memberikan pengunjung pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan.
Sejarah, warisan, dan estetika yang kaya dari motif monogram Louis Vuitton, serta penghargaannya dalam bentuk pop-up hotel ini, membuktikan betapa pentingnya motif ini dalam sejarah mode dan desain. Motif ini tidak hanya menjadi simbol Louis Vuitton, tetapi juga simbol gaya, kelas, dan prestise.
➡️ Baca Juga: Kejagung Periksa Tersangka Baru Korupsi BTS Kominfo
➡️ Baca Juga: Mengenal Seni Pertunjukan Tradisional Indonesia