Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa Program Sekolah Rakyat telah memberikan dampak yang signifikan, tidak hanya dalam menyediakan ruang belajar, tetapi juga dalam menciptakan peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih prestasi dan membangun masa depan yang lebih cerah.
Pencapaian Gemilang Siswa-Siswi Sekolah Rakyat
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Qodari dalam sebuah konferensi pers yang membahas tentang Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra. Acara tersebut berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (25/3).
Qodari menekankan bahwa Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai akses pendidikan, tetapi juga berperan dalam membangun prestasi dan kepercayaan diri di kalangan anak-anak yang berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang kondisi sosial ekonomi.
Contoh Prestasi Siswa-Siswi dari Berbagai Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan merinci berbagai prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat di sejumlah daerah. Di Bandung, misalnya, Alviano Fikri Saputra berhasil meraih posisi kedua dalam Kejuaraan Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 yang diadakan di tingkat Jawa Barat. Sementara itu, di Kebumen, Ngadimaturofingah juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi kedua dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional pada peringatan World Habitat Day.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh siswa-siswi dari Bekasi. Misfan Nazriel Faturrahman, Akbar Farel Areva, dan Valentin Florida mendapatkan medali dalam kompetisi matematika. Selain itu, M. Kiendra Lian Damarta berhasil meraih juara kedua di tingkat nasional dalam lomba storytelling, menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan berbahasa juga menjadi fokus pengembangan.
Lebih Banyak Prestasi dari Siswa-Siswi Sekolah Rakyat
Masih dari Bekasi, Dea Puspita Dewi sukses meraih juara kedua dalam lomba MTQ tingkat Kota Bekasi, dan Grup Tari Sekolah Rakyat Bekasi berhasil meraih juara ketiga di ajang seni budaya. Di Pacitan, Ramadhan Tio Agustin berhasil masuk dalam sepuluh besar finalis lomba puisi tingkat nasional, sedangkan Yulliana Ambar Sari meraih juara harapan satu dalam lomba poster Sekolah Rakyat. Selain itu, siswa-siswa dari Sekolah Rakyat Pacitan juga berhasil menduduki juara ketiga dalam lomba video kesiapsiagaan bencana tingkat nasional.
Komitmen Pemerintah dalam Meningkatkan Pendidikan
Menanggapi serangkaian pencapaian tersebut, Kepala Staf Kepresidenan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berupaya memajukan pendidikan yang merata. Qodari menyatakan, “Capaian ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menciptakan peluang bagi anak-anak untuk berprestasi.”
Dia menambahkan, anak-anak yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan kini memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik. Kualitas pendidikan dan akses yang lebih luas menjadi prioritas utama dalam program ini.
Revitalisasi Sekolah Rakyat dan Pembangunan yang Berkelanjutan
Di akhir paparan, Qodari juga menekankan pentingnya keberlanjutan Revitalisasi Sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Ini adalah langkah konkret yang menunjukkan bahwa isu mengenai pemotongan anggaran pendidikan yang sering beredar tidak benar adanya.
“Dengan dilanjutkannya PHTC Revitalisasi Sekolah dan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, ini menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan anggaran untuk pendidikan. Sebaliknya, ini menandakan bahwa alokasi anggaran di sektor pendidikan semakin diperkuat,” pungkas Qodari.
Kehadiran Para Pejabat dalam Konferensi Pers
Konferensi pers tersebut juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, serta Kepala BNPB Suharyanto, yang memaparkan mengenai perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra. Kehadiran mereka menambah bobot informasi mengenai upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi pendidikan dan infrastruktur di daerah yang terdampak bencana.
Dengan demikian, Program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa pendidikan yang inklusif dan berkualitas dapat diakses oleh semua kalangan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui berbagai prestasi yang diraih, siswa-siswi Sekolah Rakyat membuktikan bahwa tidak ada batasan dalam meraih cita-cita dan impian mereka.
Di tengah tantangan yang dihadapi, pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung dan menyediakan sarana, prasarana, serta program pendidikan yang dapat membawa perubahan positif bagi generasi penerus bangsa. Harapan besar tertumpu pada mereka yang telah mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas, agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara di masa depan.
➡️ Baca Juga: Pemprov Lampung Siapkan Ribuan Pemudik Gratis untuk Mudik yang Nyaman dan Aman
➡️ Baca Juga: Penelitian tentang Kesehatan Mental di Kalangan Remaja
